oleh

Keempat Kalinya Digelar di Samosir, Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dimulai, Rajut Budaya dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

-Artikel, Daerah-73 Dilihat

Samosir | Lintas Rakyat – Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi dimulai untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir. Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, yang ditandai dengan petikan benang pada tenun ulos di Segmen V Waterfront City Pangururan, Kamis (06/08/2026).

Petikan benang tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan yang merajut kolaborasi antara budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian selama empat hari ke depan. Proses penenunan ulos akan berlangsung sepanjang festival hingga benang terakhir dipotong pada acara penutupan. Ulos hadir bukan sekadar warisan leluhur, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan Danau Toba.

Pembukaan festival semakin semarak dengan Parade Budaya dan Agro yang melibatkan sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir. Berbagai potensi daerah ditampilkan, mulai dari miniatur khas, busana tradisional, pertunjukan seni, hingga hasil pertanian unggulan. Parade ini menjadi salah satu dukungan terhadap pelaksanaan festival dari masyarakat Kabupaten Samosir.

Mengusung tema “Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba”, Festival Tao Toba Joujou menjadi bukti nyata kolaborasi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Samosir bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Riza Putera juga menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. Langkah ini menjadi upaya bersama untuk memperluas pasar produk-produk unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, jajaran perbankan, BPODT, Forkopimda, Alinea 6 , ketua PKK Kennauli A. Sidauruk beserta jajarannya, Assisten, SAB
serta pimpinan OPD Kabupaten Samosir.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menyampaikan bahwa Festival Tao Toba Joujou merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, digitalisasi, dan pariwisata.
“Bank Indonesia memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami sangat senang ketika peran tersebut disambut pemerintah daerah melalui kolaborasi yang kuat,” ujar Riza.
Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou tahun ini hadir dengan konsep yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain pameran UMKM, festival budaya, dan business matching, tahun ini juga digelar Samosir Run yang ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala nasional.
Riza mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam setiap penyelenggaraan event. Ia menambahkan bahwa Festival Tao Toba Joujou merupakan bagian dari rangkaian Festival Karya Kreatif Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Produk-produk unggulan dari wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga akan dibawa untuk tampil di panggung nasional. Selama pelaksanaan festival Bank Indonesia menargetkan sekitar 55 ribu pengunjung akan memadati Festival Tao Toba Joujou.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah Festival Tao Toba Joujou untuk keempat kalinya.
“Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa festival ini ke Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.
Menurut Vandiko, Festival Tao Toba Joujou bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang yang mempertemukan budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor agro bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Bank Indonesia agar mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional,” katanya.

Lebih lanjut Vandiko menyampaikan, Festival Tao Toba Joujou memberikan dampak peningkatan perekonomian bagi masyarakat, pelaku UMKM mempunyai kesempatan untuk memasarkan produk yang bernilai ekonomi. Untuk itu, Vandiko meminta penyelenggaraan kedepan dapat dilakukan kembali di Samosir. “Dengan komunikasi yang baik Toba Joujou balik lagi ke Samosir, sudah melekat sekali dengan Samosir, mudah-mudahan festival ini bisa kembali hadir tahun depan karena dampaknya sangat baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat” ungkap Vandiko.

Bupati juga optimistis transaksi digital selama festival tahun ini akan terus meningkat. Pada tahun 2024, transaksi elektronik selama festival tercatat mencapai Rp1,9 miliar dan meningkat menjadi sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2025.

Sebagai bentuk komitmen mendukung pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan meningkatkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan business matching pembiayaan kepada para pelaku usaha, masing-masing dari Bank Sumut sebesar Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.

Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan budaya, kompetisi lokal, talkshow, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan artis lokal dan grup musik nasional Cokelat.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou telah berkembang menjadi simbol bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi. Festival ini menghubungkan warisan leluhur dengan peluang masa depan, sekaligus mempertegas posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *