oleh

Gerak Cepat Tangani Longsor di Pakkat, Pemkab Humbahas Pulihkan Mobilitas Masyarakat

-Artikel, Daerah-19 Dilihat

Humbahas, Lintasrakyat.id – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) bergerak cepat menangani bencana longsor yang menyebabkan badan jalan amblas di Desa Lumban Tonga-Tonga, Kecamatan Pakkat. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penanganan dilakukan dengan mengerahkan alat berat hingga akses jalan yang sempat terputus kembali dapat dilalui masyarakat.

Penanganan longsor tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/10/2026), menyusul tingginya curah hujan yang mengakibatkan tanah longsor dan mengganggu akses transportasi masyarakat.

Di lokasi kejadian, tampak Kepala Pelaksana BPBD Humbahas Bernard M. Simamora, Camat Pakkat Hemat A. Sitanggang, tim BPBD, serta masyarakat setempat turut terlibat dalam penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD menyampaikan bahwa Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., telah menginstruksikan agar penanganan longsor segera dilakukan sehingga tidak mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Ruas jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan pusat Kecamatan Pakkat dengan Desa Sijarango I dan Desa Sijarango II. Jalan itu juga menjadi jalur menuju objek wisata Seribu Gua di Desa Banuarea.

Menindaklanjuti instruksi Bupati, BPBD mengerahkan satu unit excavator dengan dukungan UPT Alsintan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk melakukan penanganan di lokasi. Pekerjaan meliputi pembuatan penahan tanah sementara serta pembersihan dan perapian material longsor yang menutupi badan jalan.

Penanganan tersebut telah selesai dilaksanakan. Akses jalan yang sebelumnya terputus kini kembali terbuka dan dapat dilalui masyarakat, sehingga aktivitas serta mobilitas warga menuju sejumlah desa di Kecamatan Pakkat dapat kembali berjalan lancar.

Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, khususnya Bupati Humbahas dan BPBD, atas respons cepat dalam menangani kejadian tersebut.

Penanganan segera dinilai sangat membantu warga mengingat ruas jalan itu menjadi jalur penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas masyarakat menuju Desa Sijarango I, Desa Sijarango II, dan kawasan wisata Seribu Gua.

Meski akses jalan telah kembali dapat dilalui, Pemkab Humbahas mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi longsor. Kondisi tanah yang masih berpotensi mengalami pergerakan, terutama ketika hujan turun, mengharuskan pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

Langkah cepat penanganan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Humbahas dalam memastikan dampak bencana tidak berkepanjangan serta menjaga kelancaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *