oleh

Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Situ Sanghyang, Semangat Nasionalisme Berpadu Promosi Wisata Desa

-Pemerintahan-11 Dilihat

BANJAR , Lintas Rakyat –  Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan secara unik oleh para relawan gabungan Kota Banjar dan Ciamis dengan membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 18 x 12 meter di kawasan Situ Sanghyang, Desa Jajawar, Kota Banjar.

Pembentangan bendera tersebut melibatkan sekitar 25 relawan, yang berkolaborasi dengan unsur TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat setempat. Prosesi berlangsung lancar hingga bendera berukuran raksasa tersebut berhasil dibentangkan dengan aman.

Koordinator Relawan Pengibar Bendera Merah Putih, Asep Setiadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan sekaligus apresiasi terhadap bangsa dan negara dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Kurang lebih 25 orang dari teman-teman relawan yang terlibat. Kami gabungan relawan dari Kota Banjar dan Ciamis, bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat,” ujar Asep.

Menurutnya, pembentangan bendera raksasa di wilayah Banjar kali ini merupakan kegiatan yang kedua. Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di kawasan Bukit Mandalare. Tahun ini, para relawan memilih Situ Sanghyang dengan pertimbangan lokasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Ini yang kedua kalinya di wilayah Banjar. Dulu di Mandalare, sekarang di Situ Sanghyang. Kami melihat lokasi ini juga bisa menjadi salah satu ikon dan bagian dari pengembangan desa wisata,” katanya.

Asep menjelaskan, bendera berukuran 18 x 12 meter tersebut merupakan bendera yang sama dengan yang digunakan pada kegiatan sebelumnya. Bendera dibuat dan dirawat secara mandiri oleh para relawan dengan dukungan sejumlah donatur.

“Benderanya masih sama, ukurannya juga sama. Ini kami buat dan siapkan bersama teman-teman relawan dengan dukungan beberapa donatur,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama proses persiapan hingga pembentangan, tidak terdapat kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan pihak lainnya, berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Desa Jajawar, Samsudin, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pengelola kawasan, serta relawan dari Banjar dan Ciamis.

Menurutnya, pemilihan Situ Sanghyang sebagai lokasi pembentangan bukan hanya untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi wisata yang tengah dirintis di wilayah tersebut.

“Ini merupakan lokasi rintisan wisata. Di momentum Agustusan ini, kami ingin memberikan dukungan terhadap pengembangan lokasi wisata sekaligus menunjukkan kecintaan terhadap Merah Putih,” kata Samsudin.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, khususnya di kalangan generasi muda.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus menumbuhkan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme, sehingga Indonesia bisa semakin berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Samsudin juga berharap keberadaan kegiatan tersebut mampu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Situ Sanghyang kepada masyarakat luas.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini lokasi wisata ini semakin dikenal dan bisa menjadi tujuan wisatawan dari Banjar, Ciamis, maupun daerah sekitarnya,” katanya.

Asep pun berharap tradisi pembentangan bendera raksasa tersebut dapat terus dilakukan di lokasi berbeda di wilayah Kota Banjar pada momentum kemerdekaan berikutnya.

“Insyaallah ke depannya kami akan kembali membentangkan Merah Putih di tempat yang berbeda, khususnya di wilayah Kota Banjar,” pungkasnya.(Is)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *