oleh

Tingkatkan Sinergitas dengan Pemerintah Pusat, Bupati Samosir Audiensi dengan Wamenkes RI; Usulkan Pembangunan Sarana Kesehatan

-Artikel, Daerah-28 Dilihat

Samosir, Lintasrakyat.id – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat sinergitas dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Blok X-5 Kav. 4-9, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemkab Samosir untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan dan penguatan sarana-prasarana kesehatan yang direncanakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan RI Tahun Anggaran 2027.

Total nilai usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Samosir mencapai sekitar Rp 83,4 miliar. Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan fasilitas pelayanan masyarakat, sekaligus mendukung kesiapsiagaan kesehatan di daerah destinasi pariwisata super prioritas.

Bupati Vandiko menjelaskan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan ke Kabupaten Samosir saat peletakan batu pertama Gedung Cathlab RSUD Dr. Hadrianus Sinaga beberapa waktu lalu.
“Adapun tujuan kunjungan kami ke Kementerian Kesehatan adalah sebagai tindak lanjut atas kunjungan kerja Bapak Wakil Menteri Kesehatan saat peletakan Batu Pertama Gedung Cathlab RSUD dr. Hadrianus Sinaga. Kami menyampaikan sejumlah usulan pembangunan sarana kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Samosir,” ujar Bupati Vandiko.

Sejumlah usulan yang disampaikan meliputi pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Kompleks Kantor Dinas Kesehatan Parbaba; pembangunan Puskesmas Tele di Jalan Raya Tele; penambahan enam unit dental unit di enam puskesmas; pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tujuh puskesmas.

Selain itu, Pemkab Samosir mengusulkan pengadaan lima unit alat pemurnian air di lima puskesmas, empat unit ambulans puskesmas, satu unit mobil surveilans, satu unit mobil promosi kesehatan, serta satu unit mobil Public Safety Center (PSC)

Bupati Vandiko menegaskan, pembangunan Labkesda memiliki arti penting bagi Kabupaten Samosir. Sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas, Samosir tidak hanya melayani kebutuhan kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga harus mampu memberikan dukungan layanan kesehatan kepada wisatawan yang datang.
“Samosir sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan tingkat kunjungan wisata tahun lalu sekitar 2,4 juta, keberadaan Labkesda sangat penting sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.
Menurut Vandiko, keberadaan laboratorium kesehatan akan memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemeriksaan, pemantauan serta mendukung sistem kesehatan masyarakat secara lebih cepat dan terintegrasi.

Puskesmas Tele untuk Menjawab Pertumbuhan Wilayah

Dalam audiensi tersebut, pembangunan Puskesmas Tele juga menjadi salah satu prioritas yang mendapat perhatian serius.
Bupati Vandiko menyampaikan, kawasan Jalan Raya Tele memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses utama menuju Pulau Samosir. Di kawasan tersebut terdapat tiga desa yang berkembang pesat.
Pertumbuhan penduduk, geliat ekonomi pertanian hortikultura andalan Samosir, aktivitas masyarakat serta meningkatnya mobilitas wisatawan telah mendorong perubahan kebutuhan pelayanan dasar, termasuk kesehatan.

Selama ini pelayanan kesehatan di wilayah tersebut didukung oleh dua puskesmas pembantu. Namun, melihat perkembangan kawasan, Pemkab Samosir menilai pembangunan puskesmas definitif di kawasan Tele semakin mendesak.
“Jalan Raya Tele merupakan jalur utama menuju Pulau Samosir. Di sana juga terdapat Menara Pandang Tele yang cukup banyak diminati wisatawan serta kawasan pertanian terpadu yang dijadikan sebagai lokasi sentra bawang putih Samosir. Karena itu, kebutuhan pelayanan kesehatan harus mengikuti perkembangan wilayah,” kata Vandiko.

Selain pembangunan fasilitas baru, Pemkab Samosir turut mengusulkan revitalisasi RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, termasuk pemenuhan alat kesehatan untuk mendukung operasional Gedung Cathlab yang telah dibangun.

Tidak hanya infrastruktur dan peralatan, Bupati Vandiko juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia bidang kesehatan.
Ia berharap tenaga kesehatan di Kabupaten Samosir mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi serta kualitas pelayanan.
“Kami juga berharap peningkatan SDM bidang kesehatan melalui berbagai diklat. Yang tidak kalah penting adalah pengadaan pegawai baru untuk mengisi kekosongan formasi di puskesmas dalam rangka merealisasikan layanan primer, mengingat sudah lebih dari lima tahun tidak ada pengadaan,” ungkapnya.

Wamenkes: Usulan Samosir Sejalan dengan Program Pemerintah Pusat

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Samosir yang secara aktif membangun komunikasi dengan Kementerian Kesehatan. Benyamin menegaskan bahwa pembangunan laboratorium kesehatan di kabupaten/kota merupakan bagian penting dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
“Sesuai dengan program Presiden di bidang kesehatan, di kabupaten/kota wajib dibangun laboratorium kesehatan sebagai penunjang layanan kesehatan yang maksimal, termasuk di Kabupaten Samosir,” kata Benyamin.

Lebih lanjut, Wamenkes menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan akan mendukung rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Puskesmas di Kecamatan Harian, Jalan Raya Tele, yang direncanakan dialokasikan melalui anggaran tahun 2027.
“Kami menyambut baik usulan tersebut. Untuk rencana pembangunan laboratorium dan Puskesmas di Kecamatan Harian, Jalan Raya Tele, anggarannya akan dialokasikan di tahun 2027,” tegasnya.
Benyamin juga menyampaikan dukungan terhadap revitalisasi RSUD serta membuka peluang fasilitasi pemenuhan tenaga dokter spesialis, khususnya dokter spesialis mata dan ortopedi.

Tidak berhenti di situ, Kementerian Kesehatan juga akan mendorong pemenuhan fasilitas penunjang kesehatan berupa alat X-ray di seluruh puskesmas.

Mengakhiri pertemuan, Wamenkes menekankan pentingnya komunikasi yang semakin intensif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar kebutuhan masyarakat dapat direspons secara konkret.
“tujuan Kementerian Kesehatan adalah pelayanan yang semakin luas. Komunikasi harus semakin intens antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sehingga apa yang diperlukan bisa direalisasikan. Kita mau membuat pemerataan pelayanan masyarakat. Kita harus berjuang sama-sama,” pungkas Benyamin.

Audiensi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan kesehatan di Samosir terus bergerak menuju pelayanan yang lebih lengkap, merata dan responsif. Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Samosir optimistis penguatan fasilitas kesehatan, SDM serta sarana penunjang akan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan rasa aman bagi jutaan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir.

Turut hadir, Direktur Fasilitas Mutu PKP (Pelayanan Kesehatan Primer) Roy Himawan, Katimker TIBI Triya Novita Dini, Katimker DAG Biro Perencanaan Handri Huriawan, Tim Kerja PKR Husein serta Tim Kerja Prodis Alkes. Beserta Kepala Dinas Kesehatan dr. Dina Hutapea, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Direktur RSUD Dr. Hadrianus Sinaga dr. Iwan Hartono Sihaloho,MKM, Kabid Yankes dan SDK dr. Buha M Purba,MKM.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *