oleh

TERGANGGU BAU DAN KOTORAN , WARGA GERUDUK GEDUNG WALET YANG BERLOKASI DI WILAYAH KELURAHAN BOJONG KANTONG

-Pemerintahan-133 Dilihat

Banjar, LintasRakyat – Sudah bertahun tahun warga di Kelurahan Bojong Kantong Kecamatan Langensari Kota Banjar , khusus nya warga  di lingkungan Bojong sari merasakan aroma menyengat dan bau dari kotoran burung yang berasal dari Gedung Walet yang berdiri dekat pemukiman .

Tercemar nya udara dan lingkungan tersebut di rasakan oleh warga , sudah lebih dari dua tahun bahkan sudah banyak warga yang menderita atau terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan ( ISPA ) serta Penyakit Kulit seperti gatal gatal dan lain nya .

Merasa keluhan dan protes nya tidak pernah mendapatkan tanggapan atau respon dari Pengelola burung Walet tersebut , Senin ( 2/2/2026 ) warga yang terdiri dari tiga lingkungan RT 02 , 03 dan 04 wilayah RW 03 Kelurahan Bojong Kantong kompak mendatangi Gedung Walet tersebut .

” Kami tidak pernah meminta apapun terhadap Pengusaha burung Walet itu tapi tolong kita saling dalam hal kebersihan , ini lingkungan udah resah , banyak penyakit ” . ujar ECY (44 th ) tokoh warga dari lingkungan RT 04/03 ini .

Gedung Walet yang berlokasi di sebelah Barat Pasar Langkap Kelurahan Bojong Kantong ini  menurut informasi yang di dapat  pemilik nya adalah Orang Cirebon . berdiri pada awal awal tahun 2000 , bentuk bangunan nya lebih menyerupai gedung bioskop , dengan tinggi ±8 –  10 meter .

Turut hadir di  sela aksi protes warga tersebut , Aipda  Dedi Wahyudi  Anggota SAT BINMAS POLRES Kota Banjar , yang bertugas di Polsek Langensari sebagai BHABINKAMTIBMAS di Kelurahan Bojong Kantong .

” Iya , saya di beritahu oleh warga , bahwa hari ini ( Senin ) jam 10 , warga yang terdampak akan mendatangi asal atau sumber bau yang mengganggu itu , ” ucap Aipda Dedi

Pria yang lebih dari sepuluh tahun  menjabat sebagai BHABINKAMTIBMAS ini juga di dampingi oleh BINA DESA Satuan Polisi Pamong Praja ( SATPOL – PP ) Kelurahan Bojong Kantong .   Aipda Dedi juga menambahkan keterangan nya terkait aksi warga tersebut .

” Kami selaku Pembina di wilayah , menampung dan menjembatani antara warga yang protes dengan perwakilan pengusaha Walet itu , permintaan warga  tempat Walet di bersihkan agar bau tidak mengganggu bila perlu setiap hari . Perwakilan pengusaha Walet juga menyampaikan permohonan maaf nya atas kelalaian dalam hal menjaga kebersihan . Mari kita jaga bersama kenyamanan dan kondusifitas di lingkungan , terima kasih terhadap warga yang dengan santun menyampaikan keluhan nya , terima kasih juga kepada perwakilan pengusaha walet yang mau hadir dan berdiskusi dengan warga , ” pungkas Dedi .

Gedung Walet , atau biasa warga menyebut nya ” Sarang Walet ” ini . terbilang paling megah bangunan nya di wilayah Kecamatan Langensari Kota Banjar . berdiri kokoh di tengah pemukiman rumah rumah warga , jika sore hari akan terlihat fenomena dua jenis burung yang keluar dan masuk melalui celah atau lubang pada dinding bangunan tersebut , Kelelawar dan Walet ( KAPINIS – sunda .)

“kalau di lihat lihat , sore hari sekitar mau magrib . suara gemuruh kelelawar yang keluar dari lubang bangunan itu , seperti suara hujan deras . mungkin lebih ke suara gemuruh kereta api .  ratusan ribu bahkan jutaan kelelawar yang keluar berbaris sampai radius tiga hingga empat ratur meter dari gedung Walet itu , kotoran atau kencing dari kelelawar kelelawar itu jatuh dimana aja . Kami minta segera di bersihkan secepat nya , minimal sebulan sekali . kalau bisa itu kelelawar nya di bersihkan juga , ” tegas YTN ( 54th ) Tokoh Masyarakat lingkungan RT02/03 ini .

Aksi protes yang di hadiri perwakilan warga dengan jumlah  ±30 orang ini juga mengeluhkan kotoran serta bau pesing yang menyengat  mengotori genting , teras rumah bahkan jemuran .

“abis subuh saya jemur baju , jam delapan pagi ko teras rumah dan jemuran baju saya jadi kaya bau pesing gitu , mana banyak kotoran kecil kecil item gitu di teras , ” celoteh seorang ibu yang rumah nya persis di belakang Gedung Walet tersebut .

DARYO selaku perwakilan dari pengusaha walet , ketika di pinta konfirmasi nya terkait aksi protes warga tersebut oleh tim menyebutkan jika permasalahan dengan warga sudah selesai dan mufakat .

“Sudah selesai dan mufakat , besok kami akan lakukan upaya pembersihan dengan cara penyemprotan dulu kotoran kelelawar nya agar menjadi kompos , setelah itu baru kami angkut , sementara itu saja yang menjadi kesepakatan dengan warga . terkait permasalahan ijin atau perijinan , itu urusan pemilik dengan pemerintah . saya cuma bayarin pajak tahunan aja . ” ucap Daryo

Protes warga terkait kotoran serta bau tak sedap yang di timbulkan oleh Gedung Walet yang berdiri di tengah pemukiman warga itu , jelas bukanlah hal yang sepele . efek yang di hasilkan dari kotoran dan bau tersebut di pastikan dapat mengganggu kesehatan warga sekitar . perlu penanganan serius dari pemerintah , khusus nya pemerintah Kota Banjar  beserta Dinas terkait. (Is)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *