oleh

Targetkan Rp3,8 Triliun, Pemkab Bekasi Optimalkan Pajak Daerah di Tengah Tantangan Fiskal

-Artikel, Daerah, Pajak-212 Dilihat

Kabupaten Bekasi || Lintas Rakyat

Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp3,8 triliun pada 2026 melalui optimalisasi potensi pajak dan digitalisasi layanan pembayaran guna menjaga pembiayaan pembangunan serta pelayanan publik bagi masyarakat di tengah tantangan fiskal daerah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi Puji Nugraha mengatakan, hingga akhir Mei 2026 realisasi pajak daerah telah mencapai Rp1,2 triliun atau 31,83 persen dari target Rp3,8 triliun (4/6/2026).

Puji menyebut capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui percepatan pengelolaan pendapatan daerah agar target semester pertama dapat tercapai sesuai rencana.

Menurutnya, optimalisasi pendapatan daerah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik ketika terjadi penyesuaian transfer keuangan dari pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah harus semakin optimal dalam menggali potensi pendapatan yang dimiliki untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Puji.

Bapenda Kabupaten Bekasi juga memetakan sejumlah sektor yang memiliki peluang besar meningkatkan penerimaan daerah, salah satunya sektor makanan dan minuman.

Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 7.600 perusahaan yang tersebar di 11 kawasan industri sehingga membuka potensi penerimaan pajak dari jasa katering yang melayani kebutuhan perusahaan.

Puji menjelaskan, sebagian perusahaan masih menggunakan jasa katering dari luar daerah sehingga potensi penerimaan pajak belum sepenuhnya masuk ke Kabupaten Bekasi.

Karena itu, Bapenda terus melakukan pendataan, pembinaan, dan sosialisasi kepada pelaku usaha agar potensi pajak dapat tercatat dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.

“Kami terus melakukan identifikasi dan pendataan agar potensi-potensi pajak yang ada dapat terdata dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” katanya.

Selain menggali potensi baru, Bapenda juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat pajak bagi pembangunan daerah.

Puji menuturkan, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan berbagai layanan publik lainnya.

Untuk memudahkan masyarakat, Bapenda Kabupaten Bekasi terus memperluas layanan pembayaran pajak secara digital yang dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Saat ini pembayaran pajak dapat dilakukan melalui QRIS, virtual account, marketplace, maupun gerai ritel modern sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis, transparan, dan efisien bagi wajib pajak. (Joanna)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *