oleh

Pemkab Samosir Dorong Percepatan Program Listrik Perdesaan, Usulkan Pemerataan Akses Listrik bagi Masyarakat

-Artikel, Daerah-52 Dilihat

Samosir, Lintasrakyat.id – Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029. Upaya tersebut disampaikan Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan serta fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan di Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Kantor PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, 07/10/2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian ESDM, PLN, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyinkronkan usulan lokasi Lisdes sekaligus mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai kendala yang berpotensi menghambat pembangunan jaringan listrik di daerah.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik maupun masyarakat kurang mampu yang membutuhkan akses listrik.

Dalam forum tersebut, Wabup Ariston menekankan pentingnya pembangunan dan pengembangan jaringan listrik untuk menjangkau masyarakat yang hingga saat ini belum mendapatkan sambungan listrik. Kondisi geografis dan jarak antarpermukiman menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam penentuan titik pembangunan jaringan.
“Kami mengusulkan agar masyarakat yang tidak mampu dan sampai saat ini belum memiliki sambungan listrik dapat menjadi perhatian dalam Program Listrik Perdesaan. Jarak dari titik jaringan atau titik api ke permukiman masyarakat cukup bervariasi, sehingga diperlukan dukungan dan perhatian pemerintah provinsi maupun Kementerian ESDM agar kebutuhan masyarakat ini dapat ditindaklanjuti,” ujar Ariston.

Selain perluasan akses listrik, Ariston juga menekankan pentingnya penataan kabel dan jaringan listrik agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga tetap memperhatikan keindahan serta keasrian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur listrik harus dilaksanakan secara terencana dengan memperhatikan kondisi wilayah dan lingkungan. Penataan jaringan yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, nyaman, dan tetap mendukung karakter Samosir sebagai daerah tujuan wisata.
“Kami juga berharap penataan kabel dapat menjadi perhatian, sehingga selain memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat, jaringan listrik juga tetap tertata, memperhatikan keindahan dan keasrian lingkungan. Ini penting bagi Samosir sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata,” tambahnya.

Sebelumnya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor menegaskan bahwa ketersediaan listrik bukan hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi merupakan salah satu instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian, mendukung pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Timur menyebutkan terdapat 117 usulan lokasi Program Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumatera Utara. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan forum coaching clinic untuk menyelesaikan berbagai persoalan perizinan maupun hambatan lainnya, sehingga pembangunan jaringan listrik dapat direalisasikan sesuai target.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna menyampaikan bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) Sumatera Utara saat ini telah mencapai 99,86 persen. Kendati demikian, pemerintah tetap memprioritaskan penuntasan akses listrik di wilayah pelosok untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100 persen pada 2029.

Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Strategi yang diterapkan meliputi perluasan jaringan distribusi (grid), pembangunan PLTS Komunal, serta PLTS Individual.

Feby juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan akses jalan, kepastian data koordinat, penyelesaian izin pemanfaatan kawasan hutan, serta sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat. Hal tersebut dinilai penting agar pembangunan jaringan distribusi tidak terkendala persoalan lahan dan sosial.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara Rizky Mochamad menegaskan kesiapan PLN untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur Lisdes di lapangan. Menurutnya, kepastian perizinan dan aksesibilitas menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan manfaat listrik benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemkab Samosir menyatakan siap memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian ESDM, PLN, serta pihak terkait lainnya dalam menindaklanjuti usulan tersebut. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik.

Listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses terhadap pendidikan, meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, mendukung pelayanan publik, serta memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Samosir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *