oleh

PAD Kabupaten Bekasi Tembus Rp1,31 Triliun, BPHTB dan Pajak Listrik Dominasi Penerimaan

-Artikel, Daerah, Pajak-191 Dilihat

Kabupaten Bekasi || Lintas Rakyat

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan pembaruan data yang diumumkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi melalui akun resmi Instagram @bapenda_kab_bekasi, total realisasi penerimaan daerah hingga Rabu, 10 Juni 2026 telah mencapai Rp1.310.960.421.078.

Capaian tersebut berasal dari berbagai sektor pajak daerah dan opsen pajak kendaraan bermotor yang menjadi sumber utama pendapatan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Dari data yang dipublikasikan Bapenda, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi sebesar Rp375.115.338.550. Tingginya penerimaan BPHTB menunjukkan masih kuatnya aktivitas transaksi properti dan pertanahan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Kontributor besar lainnya berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik yang mencapai Rp216.862.278.204, disusul Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp256.262.519.727.

Pada kelompok PBJT, total penerimaan tercatat mencapai Rp391.143.038.858. Angka tersebut berasal dari PBJT makanan dan/atau minuman sebesar Rp138.550.527.667, PBJT perhotelan Rp16.273.935.731, PBJT jasa kesenian dan hiburan Rp13.079.253.998, serta PBJT parkir Rp6.377.043.258.

Selain itu, sejumlah jenis pajak daerah lainnya juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah. Pajak reklame terealisasi sebesar Rp13.262.018.300, pajak air tanah Rp6.322.226.563, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) Rp250.723.680, serta pajak sarang burung walet Rp1.400.000.

Sementara itu, penerimaan dari skema opsen pajak kendaraan bermotor juga menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga 10 Juni 2026, realisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp162.508.776.400, sedangkan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tercatat sebesar Rp106.094.379.000.

Akumulasi seluruh komponen penerimaan tersebut menghasilkan total realisasi pendapatan daerah sebesar Rp1,31 triliun. Capaian ini menjadi indikator positif bagi kinerja penerimaan daerah Kabupaten Bekasi di tahun anggaran 2026 sekaligus mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih tumbuh di berbagai sektor.

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Bapenda terus mendorong optimalisasi pendapatan daerah melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi layanan, serta penguatan pengawasan dan pendataan objek pajak guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Joanna)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *