oleh

Kesiapan Akhir Jelang May Day 2026, Polres Samosir Gelar Simulasi Sispam Kota

-Artikel, Daerah-182 Dilihat

Samosir | Lintas Rakyat — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Polres Samosir menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi unjuk rasa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Tanah Lapang Pangururan, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Simulasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya, di antaranya perwakilan Bupati Samosir yang diwakili Kadishub Laspayer Sipayung, perwakilan Kejari Samosir Frans G. Barimbing, Pabung Kodim 0210/TU Mayor Inf T. Siringo-ringo, Ketua Bawaslu Samosir R. Simarmata, serta pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan jajaran Polres Samosir.
Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel, dilanjutkan laporan komandan apel kepada pimpinan apel serta amanat dari Kapolres Samosir.

Dalam sambutannya, Kapolres Samosir menegaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus menguji kesiapsiagaan personel dalam menangani aksi unjuk rasa.
“Simulasi ini memberikan gambaran kepada seluruh pihak terkait mekanisme dan kemampuan Polres Samosir dalam menangani aksi unjuk rasa secara profesional dan sesuai prosedur. Kami juga mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Rina.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan setiap tahapan penanganan aksi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

Simulasi Sispamkota tersebut mengusung skenario yang dilatarbelakangi oleh penyesuaian harga BBM bersubsidi yang berdampak pada kelangkaan BBM di wilayah Kabupaten Samosir, sehingga memicu keresahan masyarakat dan potensi aksi unjuk rasa.
Pada tahap pertama, disimulasikan situasi keributan di SPBU Pangururan akibat antrean panjang dan stok BBM yang terbatas. Kondisi tersebut memicu emosi masyarakat hingga terjadi kericuhan dengan petugas SPBU, yang kemudian ditangani oleh personel Polres Samosir bersama tim negosiator.

Selanjutnya, pada tahap kedua, massa aksi bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Samosir untuk menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga BBM, pajak, serta bahan pokok penting (bapokting). Awalnya aksi berlangsung tertib, namun situasi berkembang menjadi tidak kondusif akibat provokasi, hingga terjadi aksi anarkis seperti pembakaran ban, pelemparan, dan perusakan fasilitas.

Dalam simulasi tersebut, personel Dalmas melakukan tahapan pengendalian massa, mulai dari Tim Negosiasi, Dalmas awal hingga Dalmas lanjut. Kapolres Samosir juga turun langsung memimpin pengendalian dan memberikan imbauan kepada massa.

Ketika situasi dinyatakan tidak terkendali, dilakukan tindakan tegas dan terukur seperti penggunaan water cannon (AWC) dan gas air mata, hingga massa berhasil dibubarkan.
Tim Reskrim juga melakukan penangkapan terhadap provokator, sementara tim Raimas melakukan penyisiran lokasi. Selain itu, tim kesehatan turut menangani korban terdampak, dilanjutkan dengan apel konsolidasi dan pembersihan lokasi hingga situasi kembali kondusif.

Simulasi berakhir pada pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan terkendali, ditutup dengan apel konsolidasi serta foto bersama unsur Forkopimda.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Samosir, AKP Radiaman Simarmata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi situasi kontinjensi di wilayah hukum Polres Samosir.
“Simulasi ini bertujuan untuk mempersiapkan personel dalam pengamanan aksi unjuk rasa, khususnya yang berkaitan dengan isu kenaikan harga BBM, pajak, dan bahan pokok penting,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Samosir siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan, khususnya dalam menghadapi momentum May Day 2026.
“Polres Samosir siap menghadapi peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2026 dengan memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *