oleh

Kendalikan Inflasi, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga

-Artikel, Daerah-147 Dilihat

Oki Sumsel, Lintasrakyat.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar operasi pasar murah sekaligus inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kayuagung untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Sejumlah komoditas pangan dijual dengan harga di bawah harga normal melalui subsidi, mulai dari beras, minyak goreng, cabai merah, hingga daging ayam dan ikan.

Sekretaris Daerah OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., mengatakan operasi pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pangan. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan meringankan pengeluaran rumah tangga.

“Operasi pasar murah ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi daerah,” kata Asmar.

Dalam operasi pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan tujuh kelompok komoditas dengan potongan harga melalui subsidi. Minyak goreng Minyakita dijual Rp 11.500 dari harga normal Rp 15.500. Beras SPHP ditawarkan Rp 53.000 dari harga normal Rp 58.000.

Sementara itu, cabai merah dijual Rp 62.000 dari harga normal Rp 70.000, bawang merah Rp 22.000 dari Rp 30.000, daging ayam ras Rp 36.000 dari Rp 40.000, dan telur ayam ras Rp 21.000 dari Rp 24.000. Adapun ikan lele dan patin dijual Rp 20.000 dari harga normal Rp 30.000.

Asmar menegaskan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya berfokus pada angka statistik, tetapi harus berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau harga dan distribusi bahan pokok.

“Pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, ini tentang menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah daerah bersama TPID akan terus mengawasi distribusi dan harga. Tidak boleh ada penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Selain operasi pasar murah, Dinas Perdagangan OKI bersama pihak terkait melakukan sidak pasar dan meninjau los ayam di Pasar Kayuagung. Kepala Dinas Perdagangan OKI, Sahrul, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga, ketersediaan stok, kualitas barang, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan barang penting.

Menurut Sahrul, petugas juga berdialog dengan pedagang untuk memperoleh informasi mengenai harga beli dan harga jual, asal pasokan, serta kendala yang dihadapi dalam kegiatan perdagangan. Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengendalian harga berikutnya.

“Sidak pasar bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan harga, ketersediaan stok, kualitas barang, serta kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan barang penting,” kata Sahrul.

Peninjauan los ayam juga mencakup kondisi sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, sanitasi, saluran pembuangan, serta kelayakan tempat berjualan. Pemerintah daerah turut memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga daging ayam di tingkat pedagang.

Sahrul menambahkan, operasi pasar murah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten OKI bersama TPID dan Bank Sumsel Babel sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Hasil sidak dan peninjauan pasar selanjutnya diharapkan menjadi dasar koordinasi dengan pedagang, distributor, pengelola pasar, dan perangkat daerah terkait.

Melalui dua kegiatan tersebut, Pemkab OKI berupaya memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong terciptanya pasar yang tertib, bersih, nyaman, dan transparan. (Putra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *