oleh

Inalum Salurkan Bantuan untuk Samosir termasuk 1 buah mobil tangki, Bupati Vandiko Dorong Keberlanjutan Program

-Artikel, Daerah-115 Dilihat

Samosir | Lintas Rakyat – PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional dengan menyalurkan berbagai bantuan sosial, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Samosir.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Samosir, Komisaris Independen PT Inalum Hari Soebagijo, Direktur Operasional Ivan Ermisyam, Direktur Layanan Strategi Human Capital Benny Alexander Wiwoho, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, serta pimpinan OPD lainnya.

Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan PT Inalum, Susyam Widodo menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan kepada masyarakat sekitar.

“Bantuan ini adalah wujud kepedulian Inalum dalam meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi, dan lingkungan masyarakat,” ujarnya. Berbagai bantuan yang disalurkan meliputi sarana dan prasarana pendidikan seperti sound system dan media pembelajaran untuk SMPN 2 Harian, Saran dan prasarana pendidikan untuk SMA N 1 Simanindo , dana pendidikan bagi lulusan SMA Unggul yang melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), pembangunan rumah kompos, pelatihan Tani Nusantara, Bantuan Peralatan Promosi Wisata Budaya Huta Siallagan, rumah kompos dan pelatihan tani nusantara Kecamatan Harian, pengembangan homestay, bantuan edukasi budaya dan dukungan Wisata di Desa Hariara Pohan.

Selain itu, Inalum juga memberikan bantuan kepada 11 pelaku UMKM, kursi roda bagi penyandang disabilitas, pelatihan pengolahan ikan red devil menjadi produk bernilai ekonomi, serta pembagian sepatu dan tas sekolah bagi siswa kurang mampu di wilayah operasional perusahaan.

Di sektor lingkungan, dilakukan penanaman pohon secara simbolis di area SMA Negeri 1 Simanindo. Bantuan untuk Pemkab Samosir diterima langsung Bupati Samosir Vandiko T. Gultom yaitu satu unit kontainer sampah, dua unit becak motor (betor), 1.500 unit tempat sampah, dan mobil tangki air berkapasitas 4.500 liter.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas kontribusi Inalum yang dinilai telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Program ini sangat membantu masyarakat, kami harap tetap berkelanjutan,” kata Vandiko.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama di tengah kondisi air Danau Toba yang mulai surut akibat kemarau panjang.
“Kita harus menjaga kawasan resapan air. Penanaman pohon harus diikuti dengan perawatan agar memberikan manfaat jangka panjang, kami mohon titik penanaman diinformasikan kepada kami untuk kita sinergikan perawatannya,” tegas Vandiko.

Selain itu, Vandiko meminta dukungan tambahan berupa sarana pemadam kebakaran dan pengelolaan sampah, mengingat meningkatnya volume sampah terutama saat akhir pekan.
“Peralatan kami masih terbatas dalam penanganan sampah. Ke depan kami berharap ada tambahan kontainer dan betor agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal,” ujarnya.

Menghadapi perubahan iklim terutama pada saat musim kemarau, Vandiko mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena rawan mengakibatkan kebakaran yang dapat merusak ekosistim hutan.

Komisaris Independen PT Inalum, Hari Soebagijo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah penegasan terkait komitmen perusahaan, khususnya dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa program beasiswa yang diberikan merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendukung lahirnya generasi emas Indonesia.

Menurutnya, setiap bantuan yang diberikan Inalum tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi dirancang memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami harap bantuan ini memberikan dampak nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus kebutuhan lingkungan. Program ini disusun agar berkelanjutan, bukan hanya berhenti pada seremoni,” tegasnya.

Di sisi lain, Hari juga menyinggung kondisi lingkungan yang saat ini menghadapi tantangan, terutama akibat kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih dan kondisi lahan.
“Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga keseimbangan alam adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Inalum hadir tidak hanya sebagai perusahaan industri, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Inalum berkomitmen untuk terus berkontribusi, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Hari Soebagijo mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir yang dinilai konsisten mendorong pembangunan yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

“Kami mengapresiasi langkah Pemkab Samosir dalam mendorong pembangunan yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Ini sejalan dengan prinsip yang dipegang Inalum,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Danau Toba sebagai aset strategis yang memiliki nilai ekonomi sekaligus sumber kehidupan masyarakat.

“Danau Toba bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga aset strategis. Mari kita jaga dan lestarikan bersama agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Ke depan, Inalum membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami terbuka untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya.

Salah satu penerima manfaat, orang tua mahasiswa ITB, Juita Malau, mengaku sangat terbantu dengan adanya beasiswa tersebut. Ia menceritakan perjuangan anaknya, Gabriel Simbolon, yang tetap semangat menempuh pendidikan meski terkendala ekonomi, bahkan sempat membantu orang tua dengan berjualan gorengan.
“Bantuan ini membuat anak kami bisa terus melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya. Kami berharap program ini berkelanjutan,” ujarnya.

Gabriel Simbolon, lulusan SMA DEL melanjutkan kuliah di ITB. Ia mengungkapkan rasa syukurnya, mengaku sempat menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk harus belajar mandiri dan memanfaatkan fasilitas umum untuk belajar.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Samosir dan Inalum. Bantuan ini membuat saya bisa fokus belajar tanpa dibayangi masalah ekonomi,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *