oleh

Hari Santri 2026! Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas!

-Artikel, Daerah-36 Dilihat

Oki Sumsel, Lintasrakyat.id – Santri didorong untuk memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak. Peran tersebut dinilai penting untuk menyiapkan generasi unggul sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alamsyah, saat upacara peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren An Nur, Desa Tebing, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI.

Alamsyah mengatakan, perjuangan santri terus berkembang mengikuti tantangan zaman. Jika dahulu santri turut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini pengabdian itu dilanjutkan melalui pendidikan, penguasaan teknologi, penguatan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

“Santri harus mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan berdaya saing. Bekal agama harus berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar santri dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” kata Alamsyah.

Menurut dia, pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengembangan pesantren perlu mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kemandirian ekonomi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dan pemberdayaan.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat peran pesantren. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya perlu berjalan beriringan agar pesantren mampu melahirkan generasi yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Alamsyah menambahkan, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kontribusi santri dalam sejarah bangsa sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan. Semangat pengabdian tersebut perlu diteruskan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pemeliharaan persatuan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

“Melalui momentum Hari Santri, kami berharap lahir generasi santri yang cerdas, berakhlak, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Santri harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat sekaligus turut menggerakkan kemajuan daerah dan bangsa,” kata Alamsyah.

Dengan penguatan pendidikan, karakter, dan kemandirian, santri diharapkan menjadi salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (Putra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *