oleh

Hari Lahir Pancasila, Bupati OKI Ingatkan Bahaya Hoaks terhadap Persatuan Bangsa

-Artikel, Daerah-82 Dilihat

OKI SUMSEL | LINTAS RAKYAT.ID – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar apel peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati OKI, (02/6). Peringatan itu tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang penegasan kembali posisi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang kian kompleks.

Dalam amanatnya, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dipahami sebagai momentum refleksi nasional. Menurut dia, Indonesia dibangun di atas kesepakatan nilai yang menempatkan persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai pilar utama.

“Pancasila bukan sekadar slogan atau hafalan. Nilainya harus hidup dalam tindakan sehari-hari,” kata Muchendi.

Ia menyoroti peran Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah realitas Indonesia yang majemuk, dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam konteks itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.

“Menilai implementasi Pancasila tidak berhenti pada ruang pidato atau dokumen kebijakan. Nilai-nilainya, harus tercermin dalam perilaku sosial, cara bekerja, hingga proses pengambilan keputusan. Sikap saling menghormati, menjunjung keadilan, dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok disebutnya sebagai bentuk konkret pengamalan Pancasila,”ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten OKI untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Pembangunan daerah semestinya tidak hanya mengejar capaian fisik dan pertumbuhan infrastruktur. Program pembangunan harus memuat semangat keadilan sosial, memperkuat kohesi sosial, serta memberi keberpihakan kepada masyarakat kecil tanpa membedakan latar belakang,”katanya.

Muchendi turut menyinggung tantangan era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan meningkatnya dinamika sosial-ekonomi. Di tengah situasi itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret oleh hoaks, fitnah, maupun polarisasi akibat perbedaan pandangan.

“Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan. Justru harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten OKI, kata Muchendi, menaruh perhatian pada pembangunan karakter, penguatan persatuan, dan kepedulian sosial. Ia secara khusus menaruh harapan kepada generasi muda agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda, menurut dia, diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, mencintai tanah air, serta mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” fungkasnya. (Putra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *