oleh

Gubsu Bantu Bibit Jagung 40 Hektare, Bupati Vandiko Turun Lapangan Tanam Benih Bersama Petani

-Artikel, Daerah-81 Dilihat

Samosir | Lintas Rakyat – Pemerintah Kabupaten Samosir kembali memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Program Kolaborasi Sumut Berkah. Bantuan bibit jagung untuk pengembangan lahan seluas 40 hektare diserahkan langsung Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, sekaligus melakukan penanaman benih bersama petani di Desa Panampangan, Kecamatan Pangururan, Senin (11/05/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Melati Paristua Desa Panampangan dan Kelompok Tani Tumpang Sari Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi. Masing-masing kelompok menerima bantuan 300 kilogram bibit untuk areal tanam seluas 20 hektare.

Di tengah para petani, Vandiko turut menapaki lahan pertanian dan menanam benih jagung bersama masyarakat. Kehadiran langsung di lapangan itu menunjukkan komitmennya dalam mendorong sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Samosir.

Vandiko mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Program Kolaborasi Sumut Berkah ini adalah bentuk kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Di Samosir kita sebut sebagai semangat sinergitas, semua saling bekerja sama untuk kemajuan daerah,” ujar Vandiko.

Ia menjelaskan, bantuan yang diterima tidak datang begitu saja, melainkan melalui usulan yang disampaikan Pemkab Samosir sesuai kebutuhan petani, kemudian disetujui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, Vandiko meminta kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut dengan sungguh-sungguh agar hasil panen dapat maksimal.

“Bantuan ini sudah sesuai dengan kebutuhan petani, maka harus ditanam dan dirawat dengan baik. Ini kesempatan yang harus dijaga bersama supaya program seperti ini terus berlanjut ke depan. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi Sumatera Utara, khususnya masyarakat Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.

Lebih lanjut disampaikan, pemerintah menargetkan produktivitas jagung mencapai 10 ton per hektare. Hasil panen nantinya akan ditampung oleh offtaker yang telah disiapkan pemerintah dengan harga sesuai ketetapan pemerintah pusat sebesar Rp5.500 per kilogram, sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen.

“Dari bibit sampai pembeli hasil panen sudah dipersiapkan. Jadi petani tinggal fokus bekerja dan menghasilkan panen terbaik,” tambahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan, selain benih jagung, masing-masing kelompok juga akan menerima pupuk NPK sebanyak 3.000 kilogram, pupuk urea 5.000 kilogram, pestisida 100 paket, serta satu unit alat panen pada tahap selanjutnya.

“Target program ini adalah meningkatkan produktivitas jagung hingga 10 ton per hektare, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelas Tumiur.

Ketua Kelompok Tani Melati Paristua, Baringin Sitanggang, mengaku bangga dan bahagia atas perhatian yang diberikan Pemkab Samosir. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan petani.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Samosir dan Gubernur Sumut Bobby Nasution atas perhatian kepada kami. Bantuan ini sangat besar manfaatnya dan menambah semangat kami untuk bekerja,” ucap Baringin.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kabag SDM Polres Samosir Tarmizi Lubis, Danramil Pangururan Edianto Simangunsong, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, jajaran penyuluh pertanian, serta para kelompok tani penerima bantuan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *