oleh

DLH OKI Dorong Budaya Pilah Sampah dari Sumbernya

-Artikel, Daerah-84 Dilihat

Oki Sumsel | Lintas Rakyat.id – Pemilahan sampah sejak dari sumber atau rumah tangga merupakan langkah besar yang menjadi kunci keberhasilan mengatasi persoalan sampah di masa depan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab OKI menggelar Seminar Pengelolaan Sampah bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” di Ruang Rapat Dinesti Land OKI, Rabu (17/6).

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan persoalan sampah tidak dapat lagi dipandang semata sebagai masalah lingkungan. Di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan aktivitas ekonomi masyarakat, sampah justru dapat menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola secara tepat.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kita ingin masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai dan manfaat ekonomi,” kata Supriyanti saat membuka seminar.

Menurut dia, berbagai praktik pengelolaan sampah yang berkembang di masyarakat telah membuktikan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Bank sampah, pembuatan kompos, hingga kerajinan berbahan dasar sampah menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

Karena itu, Supriyanto mengajak masyarakat mulai menerapkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, sekolah, kantor, dan tempat usaha, serta mendukung pengembangan bank sampah dan ekonomi sirkular.

“Saya menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga masa depan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Muktaqid, menjelaskan kegiatanSemina tersebut menghadirkan materi mengenai pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi.

Selain seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih bersama sebagai bentuk kampanye nyata kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang berpartisipasi dalam upaya pengelolaan lingkungan di Kabupaten OKI.

Muktaqid mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan peran bank sampah sebagai instrumen ekonomi berbasis lingkungan.

“Melalui pengelolaan sampah yang lebih baik, kita berharap volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan capaian pengelolaan lingkungan Kabupaten OKI pada tahun 2026 semakin meningkat,” kata dia. (Putra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *