oleh

Demi Kelancaran Proyek dan Arus Lalu Lintas Jembatan Permanen Cihaur Mulai Dibangun, Bailey Digeser

-Artikel, Daerah-86 Dilihat

Sukabumi | Lintas Rakyat – Pembangunan jembatan permanen Cihaur di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi dimulai. Proyek dikerjakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan (PJ2WP) II Jawa Barat itu, kini memasuki tahap awal konstruksi.

Diketahui, Jembatan Cihaur sebelumnya mengalami kerusakan parah hingga putus akibat meluapnya aliran sungai akhir 2024 lalu. Untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proses pembangunan berlangsung, jembatan darurat Bailey selama ini difungsikan sebagai akses sementara digeser ke sisi jalan, bukan dibongkar.

Langkah itu dilakukan guna membuka ruang pembangunan jembatan permanen sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap berjalan normal, khususnya pada jalur strategis Geopark Ciletuh ruas Loji–Puncakdarma.

Pengamatan di lapangan menunjukkan pekerjaan telah memasuki tahap penggalian untuk pembangunan abutment atau pondasi jembatan. Sejumlah alat berat juga mulai dikerahkan guna mempercepat proses konstruksi.

Perwakilan tim teknis lapangan, Sutisna, menjelaskan penggeseran Jembatan Bailey menjadi langkah teknis penting agar alat berat dapat bekerja secara maksimal tanpa mengganggu aktivitas kendaraan.

Kata dia, pekerjaan penggalian pondasi jembatan permanen sudah dimulai. “Agar alat berat dapat bergerak leluasa dan tidak mengganggu lalu lintas, Jembatan Bailey yang selama ini digunakan digeser ke samping, bukan dibongkar,” sebut Sutisna.

Menurutnya, apabila posisi Jembatan Bailey tidak dipindahkan, ruang gerak alat berat akan terbatas dan berpotensi menghambat arus kendaraan di sekitar lokasi proyek.

“Tujuannya supaya alat berat leluasa bermanuver, sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas. Kalau tidak digeser, potensi hambatan kendaraan cukup besar,” ungkapnya, Kamis malam, 28 Mei 2026.

Dia menambahkan, proses penggeseran Jembatan Bailey telah rampung pada Selasa, 19 Mei 2026. Saat ini jembatan tersebut telah kembali normal dan dapat dilintasi masyarakat sebagai akses penghubung jalur wisata Geopark Ciletuh pada ruas Loji–Puncakdarma.

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Hilman, menyebut pembangunan Jembatan Cihaur memiliki nilai strategis bagi masyarakat karena tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur biasa, tetapi memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Aksesibilitas meningkat, konektivitas antarwilayah lebih kuat, ekonomi bergerak, dan wisata Geopark Ciletuh tentu akan semakin berkembang,” katanya.

Hilman juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, yang dinilai responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi warga dan menjadi kebaikan bagi semua pihak yang terlibat,” tuturnya.

Dengan hadirnya jembatan permanen tersebut, masyarakat berharap aktivitas sosial, ekonomi, hingga sektor pariwisata di ruas jalan Loji–Puncakdarma dapat berjalan lebih efektif, aman, dan efisien.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Jembatan Cihaur pada ruas Jalan Sp. Loji–Balewer–Puncakdarma memiliki nilai kontrak sebesar Rp23,42 miliar dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender. Proyek ini dikerjakan oleh PT Karya Inti Bumi Konstruksi.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *