Kabupaten Bekasi || Lintas Rakyat
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bekasi mematangkan kesiapan penyelenggaraan Firefighter Skill Competition sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi. Ajang ini dirancang untuk menguji sekaligus meningkatkan kapasitas teknis para personel pemadam kebakaran dan tim tanggap darurat kawasan industri.
“Pada prinsipnya, tidak ada pemadam yang hebat, yang ada adalah pemadam yang terlatih,” tegas perwakilan panitia pelaksana, Syam, saat menjelaskan esensi dari pelaksanaan kompetisi tersebut.
Dalam ajang keterampilan ini, para peserta akan diuji melalui dua kategori utama yang mengacu langsung pada standar perlombaan tingkat provinsi maupun nasional. Materi yang dilombakan meliputi keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), teknik pemadaman kebakaran, penggunaan selang pemadam (hose laying), hingga simulasi penyelamatan korban sesuai prosedur operasional standar (SOP).
“Di kategori Hose Laying terdapat unsur pemadaman sekaligus penyelamatan korban. Peserta harus mampu mengevakuasi korban dengan benar serta menjalankan tugas sesuai SOP. Setiap personel memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga aspek keselamatan petugas maupun korban tetap menjadi prioritas utama,” terang Syam.
Selain memperebutkan gelar juara, panitia telah menyiapkan sembilan trofi sebagai bentuk apresiasi kepada peserta terbaik. Penghargaan tersebut akan diberikan kepada Juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori K3 dan Hose Laying, serta trofi khusus bagi tim pemadam terbaik tingkat kawasan industri.
Syam menambahkan, keberadaan tim pemadam kebakaran di setiap kawasan industri memegang peranan krusial sebagai modal utama dalam memperkuat sistem penanggulangan dini bahaya kebakaran di Kabupaten Bekasi. Melalui kompetisi ini, kemampuan setiap personel dapat terus diasah, sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman serta memperkuat koordinasi lintas tim.
“Harapan kami kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi media edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pencegahan jauh lebih penting. Ketika petugas semakin terampil, api kecil dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran besar,” ungkapnya.
Sebagai nilai tambah dalam perhelatan tahun ini, panitia juga menghadirkan sesi khusus berupa simulasi penggunaan alat pemadam tradisional seperti karung goni. Langkah ini diambil agar masyarakat luas turut mengenali berbagai alternatif penanganan awal yang sigap saat menghadapi ancaman kebakaran di lingkungan sekitar.
(Joanna)













Komentar