oleh

PEMERINTAH BERSAMA PEMANGKU KEPENTINGAN RAPAT KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN RAD-PGBPSDL DI HUMBAHAS

-Artikel, Daerah-17 Dilihat

Doloksanggul, Lintasrakyat.id – Pemerintah Daerah Humbahas (Humbang Hasundutan) bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar rapat konsultasi publik penyusunan RAD-PGBPSDL (Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal) di Kabupaten Humbahas, Selasa (27/10/2026).

Rapat melibatkan berbagai pemangku kepentingan antara lain tokoh masyarakat Erikson Simbolon, akademisi Wakil Rektor I UNITA Talenta Marbun bersama Dekan Fakultas Hukum UNITA Herlina Panggabean, Stikes Kesehatan Baru Doloksanggul termasuk dinas terkait. Via zoom meeting juga diikuti Bapperida Provinsi Sumut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut termasuk Dinas Kesehatan Sumut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba mewakili Bupati Humbahas menjelaskan konsultasi publik memiliki arti yang sangat penting dalam rangka menyusun RAD-PGBPSDL yang terarah, terukur, dan implementatif. Dokumen ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan semata, tetapi benar-benar menjadi pedoman bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat di Humbahas.

Penyusunan rencana aksi tersebut selaras dengan arah kebijakan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Tahun 2025–2029, yang menitikberatkan pada swasembada pangan, penurunan stunting, diversifikasi pangan berbasis potensi lokal, dan dukungan terhadap program makan bergizi.

Dijelaskan, berdasarkan kondisi daerah saat ini, Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Humbahas tahun 2024 berada pada angka 81,16, tahun 2025 di angka 79,03. Sementara Skor Pola Pangan Harapan mencapai 83,90. Capaian itu menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan daerah Humbahas tergolong cukup baik. Namun demikian, masih memiliki tantangan dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat agar semakin beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

“Kita patut bersyukur karena Kabupaten Humbahas memiliki potensi sumber daya lokal yang sangat besar. Pada sektor hortikultura, kita memiliki komoditas unggulan seperti cabe, bawang merah, bawang putih dan kentang. Pada sektor tanaman pangan terdapat padi dan jagung sedangkan pada sektor perkebunan terdapat kopi, kemenyan, dan andaliman yang menjadi ciri khas daerah kita” ucap Martogi Purba.

Dikatakan lagi, potensi ini harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan pangan ke depan tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan produksi semata, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat hilirisasi produk lokal, serta mendorong diversifikasi konsumsi pangan masyarakat.

Masih terdapat berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain pola konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya beragam, ketergantungan terhadap jenis pangan tertentu, ancaman perubahan iklim terhadap produksi pangan, serta perlunya percepatan penurunan stunting secara lebih terintegrasi.

Untuk itu, arah kebijakan yang perlu didorong ke depan adalah penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal, peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan pangan lokal bergizi, serta penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Selain itu, pengembangan pangan lokal juga harus diarahkan untuk mendukung program makan bergizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Untuk mewujudkannya, seluruh perangkat daerah harus bergerak secara terpadu dan saling mendukung. Tidak boleh ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif dalam mendukung keberhasilan program pangan dan gizi di daerah kita.

“Kita perlu menghadirkan inovasi dan langkah nyata agar potensi lokal yang kita miliki benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Produk-produk unggulan daerah harus mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat”.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *